
Franco Mastantuono bermain sebagai starter saat Real Madrid bertandang ke markas Levante dalam pekan keenam Liga Spanyol 2025-2026. Hasilnya, pemain berpostur 177 sentimeter itu membantu tim tamu meraih kemenangan 4-1 di Estadio Ciudad de Valencia, Selasa (23/9/2025) atau Rabu dini hari WIB.
Gol pertama dari Madrid diciptakan oleh Vinicius Junior pada menit ke-28. Tak lama kemudian, Mastantuono juga mencetak gol. Gol dari wonderkid Argentina itu berasal dari aksi dribel di sisi kiri pertahanan Levante setelah menerima umpan dari Vinicius. Setelah masuk ke kotak penalti, Mastantuono meluncurkan bola ke tiang pojok kanan gawang.
“Vini melakukan pergerakan yang sangat baik dan dia melihat saya di sisi lain, dia memberikan umpan kepada saya,” kata Mastantuono tentang golnya.
“Saya beruntung bisa menyelesaikannya dengan baik.” “Saya melewatkan dua peluang yang lebih mudah, tetapi yang penting saya sangat senang bisa mencetak gol,” katanya. Gol ini menjadi debut gol si bocah ajaib untuk Real Madrid. Lebih istimewa lagi, pencapaian Mastantuono mencetak rekor. Dengan usia 18 tahun dan 40 hari, ia menjadi pencetak gol termuda kedua bagi Los Blancos di LaLiga pada abad ke-21.
Mastantuono meminjam nomor punggung Lionel Messi
Mastantuono mencapainya setelah Endrick Felipe mencetak gol untuk Madrid saat usia 18 tahun dan 35 hari. Sebelum bertemu Levante, Mastantuono meminjam nomor punggung Lionel Messi di timnas Argentina. Dia tampil dengan nomor 10 saat melawan Ekuador pada pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL. Mastantuono bisa mengenakan nomor punggung 10 karena Messi tidak bermain.
Dengan memakai nomor punggung tersebut, Mastantuono tampil sebagai pemain pengganti. Ia masuk lapangan pada menit ke-62 menggantikan Leandro Paredes. Namun sayangnya, Mastantuono tidak dapat mencegah kekalahan 0-1 timnya. Gol penalti Enner Valencia membuat Argentina kalah. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memberikan komentar tentang penampilan Mastantuono. Ketika di wawancarai oleh GarasiSlot “Dia datang dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik,” kata Scaloni.
“Dia suka bermain dengan bola dan menerima bola, tetapi dia datang di saat Ekuador sedang dalam kondisi sulit dan ruang geraknya terbatas.” “Yang penting adalah dia selalu berusaha. Pertandingan ini hanya merupakan pengalaman biasa baginya, dan dia mendapatkan kesempatan bermain untuk tim ini,” tambah Scaloni. Pertandingan melawan Ekuador menjadi penampilan ketiga Mastantuono bersama timnas senior Argentina.

Tinggalkan Balasan